MOVIE REVIEW

Review Film: The Falls (2021) – Hubungan Pelik Ibu Dan Anak, di Tengah Pandemi

Review Film The Falls

Mari melipir ke Asia Timur. Ada The Falls, film asal Taiwan dengan genre drama, yang rilis tepat tanggal 6 September 2021. Selain mengangkat issue yang berkaitan erat dengan penonton, film ini juga terpilih mewakilkan Taiwan, untuk kategori The Best International Feature Film di Academy Award ke-94. The Falls sudah rilis di Netflix awal Januari 2022. Berikut review film the falls dan hal-hal yang membuat film ini menarik untuk ditonton.

Sinopsis The Falls (2021)

Sudah tiga tahun Pin When resmi bercerai dengan suaminya. Menjadi ibu tunggal, tidak membuatnya menyerah. Pin When merupakan wanita yang mandiri, cerdas dan punya karir yang baik di salah satu perusahaan multinasional. Ia hidup bersama putri semata wayangnya Xiao Jing, gadis remaja kelas 12. Saat menghadapi perceraian kedua orang tuanya, Xiao Jing dipaksa lebih dewasa dari remaja seusianya. Tidak bisa dipungkiri bahwa problematika keluarga, membuat hubungan Xiao Jing dan Pin When terlihat dingin dan berjarak.

Saat itu, wabah corona mulai menyebar di  Taiwan. Krisis mulai dirasakan oleh masyarakat, mulai dari faktor kesehatan sampai ekonomi. Xiao Jing harus sekolah dari rumah, karena kontak erat dengan teman, yang merupakan penyintas. Pin When yang terkena dampak pemotongan gaji dari perusahaan ia bekerja, juga harus dirumahkan sementara untuk menemani Xiao Jing. Masa isolasi membuat mereka lebih ‘mengenal’ satu sama lain. Akankah mencairkan hubungan yang dingin atau membuatnya jadi semakin rumit?

Review Film The Falls, Kenapa Istimewa?

Sinematografi yang Indah

Walaupun scoring film sedikit mengganggu, The Falls menawarkan sinematografi yang bagus. Dari mulai pengambilan gambar, pencahayaan. Perubahan tone warna yang jelas, mengajak penikmat film ini untuk lebih memahami suasana hati pemain. Saat tokoh utama merasa gelisah, sedih, tone warna seketika berubah menjadi biru-gelap.

Film ini juga mengambil beberapa gambar dengan baik, seperti pengambilan gambar  gedung-gedung bertingkat, dengan refleksi matahari terbenam. Apartment design yang menarik, membuat penonton terinspirasi dengan visual dalam film ini. Pengambilan adegan ketika Xiao Jing berlari, untuk menemui ibunya di rumah sakit juga dikemas menjadi lebih dramatis.

Acting Alyssa Cia & Gigle Wang

Dua karakter tokoh utama memerankan setiap adegan dengan sangat baik. Terutama Alyssa Cia yang berperan sebagai Pin Wen. Alyssa seperti dituntut memerankan dua karakter yang berbeda, dalam satu film. Saat ia berperan sebagai sosok ibu tunggal yang tangguh. Ia juga harus memerankan sisi lain Pin When, sebagai sosok perempuan paruh baya yang mengalami psikosis, kesepian dan linglung. Dua-duanya berhasil diperankan dengan sangat baik.

Begitu juga Gigle Wang pemeran Xiao Jing. Sukses memerankan karakter anak korban broken home. Karakter Xiao Jing terbilang dewasa, berani dan tangguh. Tapi ketika ia sedang menunjukan sisi lemah dalam dirinya,  secara tidak langsung Gigle mengajak penonton untuk ikut merasakan sesak yang ia rasakan. Uniknya walaupun saat-saat tertentu para pemain menggunakan masker, tapi tidak membuat acting mereka terlihat kosong. Kita  tetap bisa melihat ekspresi, lewat mata yang berbicara.

Relatetable Dengan Kondisi Saat Ini

Dampak pandemi memang menyakitkan. Beban berlipat ganda banyak dialami oleh  perempuan. Mengerjakan dua peran sekaligus, seperti mengurus keluarga dan bekerja profesional bukanlah hal yang mudah. Proses Isolasi yang terlalu lama, tentu sangat mempengaruhi mental setiap masing-masing yang menjalaninya.

Rasa sakit Pin When paska bercerai dari suaminya, makin terasa saat wabah corona mulai menyebar. Sebagai ibu tunggal ia harus bisa menafkahi keluarga, tapi pandemi mempengaruhi keadaan ekonomi. Krisis dan rasa kesepian yang ia hadapi membuatnya semakin sering berhalusinasi.

Everyone has a painful past, it just depends on how painful it is. Also, no one knows what future will bring

– Mr. Chen

Sakit juga dirasakan oleh Xiao Jing. Tanpa ada figur ayah, ia harus mandiri  menjaga dirinya dan ibunya seorang diri. Banyak yang bisa dipelajari dari film The Falls. Scene terpal biru apartment yang dilepas, isyaratkan bahwa gelap tidak akan tinggal selamanya di hidup kita. Dalam situasi sesulit apapun, harapan akan selalu ada.

SCORE: 7.0/10

Leave a Reply

Your email address will not be published.